Showing posts with label My Foreverglo. Show all posts
Showing posts with label My Foreverglo. Show all posts
Apr 16, 2015 | By: Rainyday

Hyperthymesiac's Undelivered Letter

Untuk teman kecil sekaligus sepupuku, 
Yang tak lama lagi akan memulai lembaran baru bersama dia yang telah berhasil menemukanmu sebagai penyempurna tulang rusuknya...

Ketika mendengar berita ini dari ibu, yang kulakukan pertama kali adalah diam.
Diam untuk sejenak, hingga tak sadar diamku justru mendesak sistem limbik untuk mengeluarkan beberapa tetes lakrimal.
Bukan, bukannya sedih. Aku bahagia untukmu. Sungguh bahagia.
Saking bahagianya aku harus bersembunyi di balik pintu kamar agar ibuku tak tahu bahwa mataku mulai memerah. Kau tau kan, pantang bagiku untuk terlihat seperti itu di depan ibu.

Apr 12, 2015 | By: Rainyday

Google, I'm Into You!

Hi fellas, do you love Google? 
If you ask me, I'll certainly answer you with a BIG YES. 
If you ask me why? Hmm... let me tell you my journey. Then you'll understand why I love everything's about Google that much.
(But, it's important to be noted that I ain't kinda a geek. hehe)



My journey to find you


Pertama kali dikenalin sama komputer itu waktu saya lagi duduk di kelas 4 SD. Eh belum dikenalin juga ding, ceritanya dikenalin dulu sama mesin tik. Nah, waktu itu saya suka banget sama benda-benda yang punya tuts-tuts, kayak piano sama mesin tik. 

Khusus mesin tik, entah kenapa saya suka sekali melihat orang-orang mengetuk-ngetukkan jari mereka ke tuts-tuts warna hitam dengan rentetan bunyi khasnya yang kemudian diakhiri dengan bunyi "ting" itu. Saya sendiri tidak punya mesin tik, makanya tiap pulang sekolah (waktu SD) saya selalu menghampiri ayah saya yang bekerja sebagai guru SMP. Bukan untuk menemui ayah saya, yang saya tuju justru kantor TU nya. Di sana setiap jam istirahat saya selalu mencoba menggunakan mesin tik sesuka hati saya, ya.. meskipun cuma mesin tik rusak sih sebenarnya. 

Entah apa yang ada di pikiran saya saat itu, saya minta pada orang tua saya untuk didaftarkan ke kursus mengetik, di mana saat itu teman-teman saya kebanyakan justru tidak peduli dengan les semacam ini. Mereka lebih memilih les bahasa Inggris, les MTK, karate, drumband, dan sebagainya. Setidaknya mereka mengikuti les dengan orang-orang seumuran mereka. Sedangkan saya? Baru berusia 9 tahun di kursus mengetik ini membuat saya otomatis menjadi manusia termuda jika dibandingkan dengan peserta les lainnya yang berusia 17 tahun ke atas.

Hampir setiap sore saya selalu pulang sendiri dengan berjalan kaki sejauh 2 km sehabis kursus mengetik. Kadang-kadang diantar dan dijemput kalau orang tua saya sedang tidak sibuk. Biasanya Ibu saya selalu sibuk mengurusi adik laki-laki saya yang masih kecil, dan ayah saya setiap sore harus bekerja sebagai nelayan. Saya, yang punya keinginan segudang ini tidak bisa dengan egoisnya minta ini itu pada orang tua saya. Jadi, saya selalu berusaha sendiri dan mandiri. Ikut lomba sana-sini, dan melenyapkan rasa takut saya untuk pergi sendiri ke sana kemari. 

Mungkin orang tua saya bisa melihat kegigihan di mata saya. Atau, mungkin juga sebenarnya orang tua saya kasihan melihat saya yang kurus, kecil, dan dekil ini harus pulang pergi sejauh 4 km demi kursus mengetik. Takut-takut saya diculik (padahal sepertinya memang tak ada yang berminat menculik saya), jadinya orang tua saya membelikan saya komputer di rumah. Hmm...

Apr 8, 2015 | By: Rainyday

Sleepwalker

"Kenapa harus takut gelap kalau ada banyak hal indah yang hanya bisa dilihat sewaktu gelap?" - Nishimura Kazuto

Sepenggal kalimat di atas adalah kalimat favorit saya ketika mengenal novel-novel karya penulis terkenal nan bersahaja, Ilana Tan. Saya jatuh cinta pada karya-karyanya sejak SMA dan sudah menghatamkan tetralogi novelnya. Unik, menarik, dan selalu membuat dada saya berdebar ketika menyelami setiap untaian kata yang dilontarkan oleh tokoh-tokoh yang ia ciptakan. Entah bagaimana Ilana Tan ini mendesain karakter tokoh pria di novelnya, herannya mereka-mereka yang tercipta dalam imajinasi ini selalu membuat saya ingin bergegas mengambil wudhu, tahajud, dan kemudian bersimpuh memohon untuk segera diturunkan jodoh seperti yang dikisahkan di dalam novel-novelnya Ilana Tan.

Di antara keempat novel tetraloginya Ilana Tan ini, yang menjadi novel favorit saya adalah Winter in Tokyo, dengan tokoh pria utama bernama Nishimura Kazuto. Saking tergila-gilanya dengan sosok Kazuto, dulunya saya bahkan sempat mencari-cari pemilik akun FB dengan nama Nishimura Kazuto. Sebenarnya... saya sepenuhnya sadar kok bahwa pemilik akun itu bukanlah seperti sosok Kazuto yang diceritakan di dalam novel. Tapi, entah mengapa, saya yang delusionis ini selalu beranggapan tokoh-tokoh imajiner seperti itu sejatinya bisa ditemukan di dunia nyata. Pemahaman saya yang seperti itu malah semakin didukung dengan kenyataan bahwa permintaan pertemanan di FB saya diterima! Kehebohan dan kealayan saya pun semakin memuncak ketika akhirnya kami saling bertegur sapa melalui dunia maya dan bertukar cerita di inbox FB.  Saya, yang saat itu masih duduk di kelas 2 SMA dan tinggal di asrama putri, sontak membuat geger satu asrama karena selalu heboh ketika mendapatkan pesan balasan dari Kazuto dunia nyata.

Mar 17, 2015 | By: Rainyday

Current Status : Lagi PDKT

Menginjak usia 20 tahun rasanya gak bakalan seru ya kalo gak ada bumbu-bumbu percintaan di sela-sela aktivitas sehari-hari. Eh tunggu, tapi sebenarnya memang gak perlu nunggu sampe usia 20 tahun juga sih ya, yang namanya cinta uda pasti bakal menghampiri setiap insan di muka bumi ini. Siapapun, di manapun, kapanpun, mau usia berapapun. Semua pasti merasakan apa yang namanya cinta..

Nah, tapi nih... cinta itu banyak banget definisinya, begitu pula cara orang-orang mengartikan maksud dari sebuah kata 'cinta' dengan banyak jenis dan genrenya. Masing-masing tentunya punya teori sendiri bagaimana untuk mengapresiasikan cinta. Dimulai dengan cinta pada diri sendiri, cinta pada yang telah menciptakan kita, cinta pada orang tua, cinta pada keluarga, cinta pada teman  (agak rancu ya?), cinta pada lawan jenis (atau sesama jenis ._.), cinta pada hewan peliharaan, cinta pada benda kesayangan, atau bahkan cinta pada makanan (curhat). Kita boleh mencintai siapa saja dan apa saja, dan untungnya tak ada undang-undang yang melarang untuk jatuh cinta pada siapapun atau apapun itu yang bisa membuat kita jatuh cinta. Asal... semua itu tidak berlebihan.




Jan 3, 2015 | By: Rainyday

Ramenicha for Rameniacs

こんばんは みんなさん !!
(Konbanwa minna-san!!) 

Selamat tahun baru 2015 untuk teman-teman di manapun berada...

Di kalender saya hari ini sudah memasuki hari ketiga bulan Januari. Tapi mungkin kalender yang saya gunakan sedikit berbeda dengan kalender yang menjadi acuan orang-orang yang hingga kini masih saja menyalakan petasan dengan tidak berperasaan. Sedikit sarkas, tapi jujur saya merasa kesal karena mereka terus menyalakan petasan tanpa memikirkan suasana sekitar. Gak malem, gak siang, bahkan pagi-pagi buta juga saya masih saja mendengar suara petasan bergema. Rasanya sungguh seperti sedang berada di kawasan berkonflik. 

Gara-gara petasan tahun baru juga saya jadi sering kaget. Pas wudhu kaget. Pas tidur kaget. Pas makan kaget. Entahlah siapa itu yang senang menghambur-hamburkan uang dengan bermain petasan. Yang jelas itu sangat-sangat mengganggu terutama di waktu-waktu istirahat. Untuk ukuran saya yang sudah dewasa juga saya masih sering terkejut dengan suara petasan yang membahana, apalagi jika didengar oleh anak-anak atau bahkan bayi yang sedang istirahat. Tentu itu akan sangat mengganggu kesehatan dan kinerja jantung mereka yang masih lemah. Boleh-boleh saja bermain petasan, tapi tetap yang sewajarnya. Detik-detik tahun baru juga sudah lewat, dan alangkah baiknya kalau kita menyambut tahun baru ini justru dengan merenung dan semakin memperbaiki diri. Bukan malah hura-hura dengan tidak mempedulikan sesama. Banyak orang-orang yang bahkan tak sadar tahun telah berganti karena terlalu sedih memikirkan anggota keluarga mereka yang entah di mana akibat kecelakaan Air Asia. Tak hanya itu, berbagai bencana seperti tanah longsor di Banjarnegara, puting beliung di Barru, letusan Gunung Sinabung, semuanya telah merenggut kebahagiaan saudara-saudara kita yang ada di luar sana. Tak seharusnya menyambut tahun baru dengan terlalu larut dalam euforia. Toh, sejatinya hari-hari tetap sama saja. Yang membedakan adalah bagaimana semakin hari sifat dan sikap kita berubah menjadi semakin dewasa.

Dec 24, 2014 | By: Rainyday

Babbling to Myself

Malam selalu jadi waktu yang tepat untuk meluapkan pikiran-pikiran ke dalam sebuah tulisan. Sama seperti malam-malam sebelumnya, malam ini pun saya masih setia duduk di dekat jendela ditemani alunan musik Jepang dan sebungkus biskuit dengan custard cream. Terpaku di depan layar laptop sembari sesekali menatap langit malam yang tenang, tanpa awan, tanpa bintang. 

Kemarin adalah hari terakhir saya mengikuti perkuliahan untuk semester lima. Dan ini adalah hari pertama minggu tenang sebelum memasuki ujian akhir semester. Tak heran suasana di kosan terasa lengang. Beberapa mungkin sedang pulang ke rumah atau memilih untuk berlibur ke kota lain karena besok merupakan hari Natal. Biasanya akan terdengar hiruk pikuk dari koridor tengah, entah itu suara TV yang dinyalakan atau suara para penghuni kos yang sedang bergosip ria. Tapi sekarang, yang terdengar hanyalah bunyi kipas angin di kamar yang memang tak pernah saya matikan. Suasana yang menenangkan dan menyenangkan. Malam ini juga terasa sedikit lembap. Hujan yang turun sepanjang sore tadi menyisakan aroma petrichor yang selalu saya sukai. Nyaris sempurna. Sayangnya tak ada latte macchiato yang menemani saya menghabiskan malam yang tenang ini...

Oya, sebenarnya tak ada yang ingin saya ceritakan. Hanya saja, saya merasa senang jika bisa memainkan jari-jari di antara tuts keyboard laptop saya. Apalagi jika hasil ketikan-ketikan saya bisa menjadi sesuatu yang lebih berarti dari sekedar kalimat-kalimat chatting atau status-status di media sosial. Karena itu saya memilih untuk kembali menulis di blog, meskipun tak ada kejadian spesial yang saya alami hari ini. 

Dec 22, 2014 | By: Rainyday

The Painkiller

Pagi tadi sebelum berangkat kuliah saya masih menyempatkan diri berkutat dengan cermin. Berusaha mencari mimik wajah yang tepat dan memilih ekspresi yang pas agar terkesan lebih siap menghadapi perkuliahan hari ini. Tak ada maksud untuk terlihat lebih menarik, hanya saja saya perlu waktu sedikit lama untuk mengumpulkan puing-puing semangat yang akhir-akhir ini semakin surut saja. Sambil menunggu teman sekelas yang juga satu kos dengan saya selesai dengan panggilan alamnya, saya memilih untuk duduk termenung di dekat balkon. Entahlah, saya tak tahu sebenarnya apa yang selama ini saya risaukan. Hanya saja, saya merasa ada yang mengganjal. Ada sesuatu yang tidak pas dan tidak sesuai pada posisinya. Tapi di mana letaknya hingga saat ini saya pun tak tahu pastinya. 

Sembari merenung otak saya berputar ke arah sebaliknya, menuju beberapa bulan yang lalu ketika awal-awal saya baru memasuki semester lima. Apa yang salah dengan semester ini saya pun tak tahu apa. Tapi saya merasa ada sesuatu yang tak beres yang perlahan mulai mengganggu kinerja belajar saya. Awalnya saya berpikir ini hanya hal sepele seputar masalah jetlag karena saya baru saja menikmati masa-masa kuliah yang menyenangkan selama di Korea. Namun, ternyata ini tak berhenti sampai disitu saja. Meskipun saya merasa sudah menjalankan perkuliahan sewajarnya, dengan usaha yang saya rasa sama saja intensitasnya untuk semester-semester sebelumnya, tetapi justru berbanding terbalik dengan hasil yang saya terima...
Dec 16, 2014 | By: Rainyday

Unspoken Confession

Mungkin ini terdengar seperti pernyataan cinta  kepada sang pujaan hati, atau ungkapan rindu yang mendalam dari seorang wanita kepada pria. Tapi, percayalah. Tulisan ini bukan hanya sekedar rangkaian kata-kata saja, jauh di balik penggalan penggalan kalimat yang saling terhubung dengan titik dan koma, terdapat makna yang benar-benar tak bisa diungkapkan oleh frasa. Dua puluh tahun sudah kata-kata yang harusnya diucapkan ini masih tetap bersembunyi di bilik hati...

Dan malam ini... meskipun aku tak pernah mengatakannya langsung... 
Ingin kusampaikan bahwa aku sangat merindukanmu, Pak...
Sudah lama ingin mengucapkan ini, tapi tak pernah bisa
Karena selama ini anak gadismu tak pernah bisa bicara

Banyak kata yang harusnya tercurah, tapi hanya bergema di dalam hati saja...

Meskipun kebersamaan selama di rumah hanya dihabiskan dengan beberapa kata saja dan selebihnya kita seperti berada di dunia yang berbeda, tapi aku selalu memperhatikan kepergianmu dengan jaket dan topi lusuh di setiap senja dari balik jendela. Berbisik kecil mendoakanmu semoga selamat dan selalu dilindungi Allah...
Meskipun kau tak pernah bicara atau memintaku untuk bisa, aku berjanji untuk membanggakanmu Pak.. 
Meskipun waktu yang kita lalui mungkin bisa dihitung jari, tapi setiap detik itu terasa sangat berarti.
Meskipun mungkin kau tak menyadari, dibalik sikapku yang seolah tak peduli, kaulah yang justru selalu jadi motivasi...

Pak... semoga selalu sehat..
Jauhnya jarak yang memisahkan membuatku hanya bisa mendoakanmu dari jauh
Tak banyak yang bisa kulakukan untuk melindungimu, saat ini kekuatan doalah yang paling ampuh. 

Mungkin kau sudah lupa. Tapi hingga usiaku genap dua puluh, memori itu masih terus tumbuh Pak.. ketika orang kaya dengan perut besarnya itu menuduhmu yang salah menabrakkan motor ke mobilnya. Aku yang waktu itu duduk di belakang tak bisa berbuat apa-apa selain melihat wajah lelahmu yang berusaha tersenyum meminta maaf. Pak, andai saat itu aku tak terluka sudah kuhajar pria itu sebisaku. Tak akan kubiarkan pria itu menghinamu... 

Dec 12, 2014 | By: Rainyday

When You Need to Cry, but You Can't




Mendung dan hujan...

Keduanya memang menjadi perpaduan sempurna sebagai obat depresan yang tak bisa menghentikanku untuk berhalusinasi. Hanya gelap yang mulai menyelimuti cakrawala dan rinai hujan yang mulai turun dari mega yang mampu membuat otak ini berhenti memikirkan dunia...

Bolehkan aku mengucapkan kata 'lelah'?
Tak ada kata lain yang bisa kulontarkan ketika semuanya sudah terlalu sering menggerus tepi-tepi syarafku. Semua yang kudengar terlalu palsu. Atau setidaknya, bisakah sedikit saja untuk berpura-pura bisu? Agar aku tak tahu... atau biarkan aku tak melihat apapun itu.

Lelah...

Aku tak tahu harus mulai dari mana, harus berbicara atau diam saja, harus bergerak atau diam di tempat, harus marah atau berpura-pura tersenyum bahagia. Aku bingung di dunia apa sebenarnya aku berada. Bahkan aku pun tak tahu diriku ini apa... Aku lelah menjadi orang lain...

Hanya ketika gelap dan hujan tiba...
Aku merasa itulah aku apa adanya...
Nov 8, 2014 | By: Rainyday

November, be nice to me!



Udah 4 bulan gue balik dari Korea dan menjalani hari-hari gue seperti biasa di Semarang. Kuliah, sebagai mahasiswi semester 5. Sayangnya, selama 4 bulan itu pula gue nggak ngegubris isi blog ini. Bukan karena gak ada sesuatu hal buat diceritain, tapi terlebih karena gue lebih sibuk bercerita ke diri sendiri. Entah apa yang bikin gue skeptis dan terkesan mengalami gejala jet-lag yang berkepanjangan sehingga gue sibuk berkutat dengan diri gue sendiri. Talk to myself, what should I do now?

Well... jadi ceritanya gini...



Jun 14, 2014 | By: Rainyday

Half Blood Prince

Enggak... bukan. Ini bukan tentang Harry Potter kok, ini juga bukan ngebahas tentang Severus Snap as the prince. Tapi... gue nemu half blood prince versi lain, di sini!

Ceritanyaa....
Emm... sebenernya kalo mau gue ceritain kayaknya satu novel kelar deh. *harapan sejak dulu kala mau bikin novel tapi gak pernah jadi*
Ceritanya panjang.. emm.. gak terlalu panjang juga sih, tapi bakal jadi gak eksklusif kalo gue ceritain secara detail di sini. Haha...

Dan kesimpulannya adalah... gue pengen nambah satu resolusi baru di tahun 2014 ini. Gue harus kelar bikin satu novel sebelum lebaran. Berhubung 3 hari lagi gue bakal balik ke Indonesia, yang jelas gue gak ada kerjaan apa-apa kalo uda di rumah. Dan.. gue harus garap novel gue supaya jadi. Absolutely, gue bakal cerita tentang half blood prince ini di novel gue yang semoga aja uda bisa dibukukan sebelum gue dapet gelas sarjana, hehe
Jun 9, 2014 | By: Rainyday

Wake Me Up When....

Counting down...
H-15 sebelum kepulangan gue ke Indonesia.
Hal yang sama gue lakuin sebelum keberangkatan gue ke Korea.
Tapi... perasaan berbeda yang gue alami.
A little bit sad actually

Pagi ini gue bangun tidur dengan perasaan yang sama semenjak 2 minggu lalu. Duduk di atas tempat tidur dengan tatapan sendu ke arah semburat matahari yang masuk ke celah2 jendela kamar gue. Bunyi khas alarm Hyan Young---yang yeah sejujurnya agak sedikit annoying, tapi mungkin ini yang bakal selalu gue inget tiap bangun tidur gue sepulangnya ke Indo ntar---masih terus berdering sementara ketiga makhluk lain di kamar gue masih tetap tak bergeming dengan posisi tidur masing-masing. Gue, satu-satunya yang selalu terjaga lebih awal dari mereka dan gue merasa, gue bakal kangen banget ama kondisi setiap pagi yang seperti ini. Sudah bisa ditebak di menit selanjutnya, Subin yang tidur di bagian atas tempat tidur Hyon Young bakal mengerang-erang dan meminta Hyon Young matiin alarm nya. Dan Hye Yeon, yang tidur di bagian bawah tempat tidur gue, cuma bergerak seadanya dan kembali tidur tenang. Gue, cuma gue yang meratiin gerak-gerik mereka setiap pagi seperti ini. Duduk di depan meja belajar, bukain jendela, dan nulis buat jurnal harian gue. Gue selalu ngerasa hangat dengan kondisi ini, ditambah lagi suara burung-burung kecil di belakang kamar gue yang selalu setia nyanyi buat gue tiap paginya. Gue ngerasa bener-bener di dunia yang berbeda. Dunia yang selama ini cuma bisa gue gambar dalam imajinasi gue.


May 3, 2014 | By: Rainyday

Randomaddict

Randomaddict. Sebenernya ini istilah yang gue buat-buat sendiri. Berasal dari kata "random" dan "addict". Random kalo diartikan pake google translate artinya acak, tanpa tujuan, serampangan, tidak teratur, bla bla bla. Kalo Addict dalam google translate artinya pecandu, atau mungkin bisa dikatakan ketagihan. Jadi... randomaddict itu adalah orang yang suka melakukan hal tanpa tujuan atau acak-acakkan. Dan kesimpulannya adalah, gue menderita randomaddict - -

Well, gue gak tau tepatnya kapan gue bisa menjadi randomaddict. Tapi akhir-akhir ini gue baru menyadari kalo semakin lama gue jadi suka banget melakukan hal yang gak ada tujuan. Random. Chaos. Gaje kalo istilah gaol nya. Contohnya aja kayak sekarang. Gue masih punya tugas 2 presentasi dan bikin review tentang Klive Concert minggu lalu dari Korea Tourism Organization. Gue juga harus bikin essay untuk daftar konferensi di Rusia dan banyak macem hal lainnya yang deadline nya tinggal menghitung hari. Tapi dengan tanpa rasa bersalahnya gue malah milih berkoar-koar di blog ini padahal ada hal yang lebih penting yang harusnya gue kerjain. 

Penyakit randomaddict gue ini bisa dikaitkan juga dengan istilah lainnya yaitu prokrastination. Prokrastination ini maksudnya adalah penyakit yang suka menunda-nunda pekerjaan. Kalo istilah ini bukan gue yang bikin, tapi emang benar adanya. Kalo gak percaya silakan di google aja, hehe. Gue juga baru tau kalo suka menunda-nunda pekerjaan itu ternyata ada nama penyakitnya -,-
Analisa gue, sepertinya pada awalnya gue cuma menderita prokrastinasi stadium rendah, kemudian berlanjut ke penyakit selanjutnya karena penyakit ini gak gue cegah yaitu randomaddict. Randomaddict ini muncul karena di bawah pengaruh prokrastinasi yang suka menunda-nunda pekerjaan dan memilih melakukan hal lain yang dianggap lebih menyenangkan padahal gak ada tujuan. Pertanyaannya adalah... jadi sebenernya gue ini sakit apa? o_o

Oke, abaikan....
Kebenaran yang paling gue yakini sekarang ini adalah gue memang suka melakukan hal yang gak jelas. 
Jadi maaf kalo seandainya isi postingan ini juga gak jelas karena udah gue jelasin di awal kalo emang gue suka melakukan hal-hal yang abstrak, alias gak jelas. Jadi udah gue ingetin, jangan salahin gue... hehe
*teriak : Tolong ini lampunya bisa diganti ke lampu philip gak ya biar jadi jelas?* #gagalngiklan


Berhubung judulnya adalah randomaddict, gue lagi pengen nulis tentang hal-hal yang gak jelas dari gue. Jadi postingan ini isinya adalah ketidakjelasan-ketidakjelasan dalam hidup gue. Sengaja gue pengen nulis tentang ini karena gue uda seharusnya berubah karena (lagi-lagi inget usia) gue udah 20 tahun sekarang. Emang kenapa sih kalo uda 20 tahun?? Ya... begitulah... hehe. Gue juga gak tau kenapa (ga jelas)


Oke langsung mulai aja.
Ketidakjelasan dalam kehidupan gue adalah.....



Pertama, gue belum jelas sebenernya gue mau menekuni bidang apa. 
Jadi begini ceritanya. Dulu, gue ini anak IPA (ceilah..). Gue bisa dibilang tipikal cewek kaku. Waktu SMP gue hobinya belajar. Gue juga heran kenapa dulu gue punya hobi seperti itu. Tapi intinya, gue pengen banget jadi ilmuwan. Nyiptain hal-hal spektakuler yang bisa diakui di mata dunia. Gue suka fisika. Dan gue cinta banget ama hal yang berbau nuklir, atom, dan temen-temennya. Sampe gue bilang ke ortu gue kalo gue gak mau nikah aja karena gue mau hidup sebagail ilmuwan yang tinggal di laboratorium tiap harinya. Entah waktu itu gue kesambet jin apa bisa bilang begitu -,-. Dan ketika SMA, kecintaan gue akan ilmu alam semakin terkikis tiap tahunnya. Tahun pertama, gue masih suka ama yang namanya fisika, biologi, MTK... tahun kedua, gue mulai rada boring ama mereka. Dan tahun ketiga, gue udah positif pengen putus hubungan ama yang namanya Fisika, Biologi, Kimia, apalagi Matematika. Hidup gue bisa tertekan kalo berhubungan ama mereka terus. Dan karena itu, gue banting stir dan masuk jurusan sosial ketika kuliah.
Padahal ortu gue ngarep banget gue bisa jadi dokter. Tapi gue gak mau lagi berhubungan ama dunia-dunia alam. Gue maunya dunia sosial. Haha

Nah, waktu gue ambil jurusan Hubungan Internasional, gue malah kangen pelajaran biologi coba. Apa-apaan banget lah. Pasalnya, gue orangnya kan gak suka ngomong. Sementara jurusan sosial kan emang kebanyakan harus punya ilmu retorika yang bagus. Gue sukanya diem, atau tepatnya berada di balik layar daripada show up dan ngomong sana-sini. Bukan gue banget itu. Makanya gue jadi ga jelas ama maunya gue apa. Terakhir malah gue pengen menekuni dunia seni dan dunia musik -,-. Gue milih les biola dan gue jadi pengen jadi violinist ngetop gara-gara terinspirasi dari Vanessa Mae. Tapi makin lama makin gak jelas maunya gue... T___T


Kemudian...

to be continued ya... 
ngantuk -_-

Maaf ya ini kan sesuai judulnya, random.
hehe


Apr 25, 2014 | By: Rainyday

Wide Awake

Semakin lama tulisan ini samakin gak karuan. Tapi yah, sudahlah. Gue nulis terlebih cuma buat gue sendiri. 
Sekarang gue lagi di kamar. Sendiri. Temen sekamar gue gak pulang. Biasa, minum. Dan gue selalu terjaga hingga jam 2 pagi. Sebenernya gak ada alasan penting kenapa gue masih terjaga hingga dini hari. Gue cuma nggak mau tidur cepet. Gak mau pas gue bangun, gue ngerasa waktu gue cepet banget berlalu. Yah... seperti yang gue rasain sekarang. Tinggal 2 bulan lagi gue tinggal di sini.

Gue harus seneng atau sedih?

Entahlah

Gue gak yakin. Tapi gue bener-bener menikmati kehidupan baru gue di sini.

Udah lama memang gue gak posting cerita seputar perjalanan gue tiap weekend di sini. Sebenernya pengen gue rampungin jadi satu pas gue udah selesai mid-term entar. Ya, sekarang gue lagi masa-masa ujian. Sebenernya gue lagi belajar, cuma karena ada sesuatu yang membludak makanya gue putusin buat nulis aja di blog. Kadangkala, gue ngerasa blog ini adalah satu-satunya pendengar setia gue. Dan tiap gue punya masalah, yang gue butuh cuma nulis. Nulis apa yang gue suka seolah-olah gue sang sutradara yang bisa ngatur jalan cerita untuk masalah gue. Drama banget memang. Mungkin ini juga yang terkadang bikin kepribadian gue yang penuh dengan hal-hal imaginer. Tapi gue suka. Gue suka beda dari yang lain. Gue suka terkesan agak weird. Gue suka jadi diri gue yang memang seperti itu. Tanpa harus dibuat-buat supaya dicap sebagai cewek cool.


Apr 16, 2014 | By: Rainyday

OVERDOSE

Bangun telat, malah langsung buka youtube nonton MV terbarunya EXO yang judulnya OVERDOSE.
Hari ini terpaksa skip satu mata kuliah karena kepala gue puyeng banget. Yah, mungkin mirip-mirip lagunya EXO lah, "Someone call the doctor..." Bedanya, EXO minta dipanggilin dokter karena overdosis masalah cinta. Kalo gue karena overdosis maen game online semalemnya -__- (kebiasaan).


Kenapa postingan kali ini gue kasih judul overdose? 
Ng.. gak tau juga sih, pengen aja pake judul itu, haha. Soalnya lagi gila-gila nya ama album EXO yang terbaru ini... Ahh... seandainya semalem bisa berangkat ke Seoul dan nonton Showcase mereka... Jadinya mungkin gue overdose gara-gara teriak-teriak di tribun, bukan malah overdose gara-gara game online. 

Gue nambah satu resolusi lagi nih buat tahun ini : PENGEN FOTO AMA ARTIS! haha
Gak penting banget. Tapi... yah.. gue pengen aja sih nyoba foto ama artis terus gue uplod di SNS gue, siapa tau banyak yang komen atau like, terus jadi ngetop, dan pada akhirnya gue kecipratan tenar, haha (kayaknya gue emang overdosis, ngimpinya ketinggian -,-). Tapi ya.. sudahlah... buat yang udah terlanjur baca postingan gaje gue ini, gue minta maaf ya... haha.. isinya gak penting semua. (emang pernah gue nulis hal yang penting?) 


Yaudah deh, ntar gue lanjut lagi. Mau siap-siap kuliah 1 jam lagi dan gue belum mandi(-_-)
Bye...
Apr 8, 2014 | By: Rainyday

Blue

Nggak tau kenapa tiba-tiba perasaan ini jadi biru...
Apr 7, 2014 | By: Rainyday

The Best Birthday Ever..!!

Hola..!! ^__^
Maaf baru nongol. Gue terlalu menikmati minggu ini sampe-sampe gak ada waktu buat sharing di blog, hehe.
Jadi gini... ehm... gue mau cerita tentang hari paling berkesan dalam hidup gue. Ya, ulang tahun gue yang ke 20, tepatnya tanggal 1 April kemaren. Dan pada akhirnya... gue sekarang genap berusia 20 tahun dan udah masuk ke fase dewasa... Huaaa.. masih gak rela ternyata uda tua. Gue masih inget hari-hari di mana gue galau mikirin usia gue yang ntar lagi udah masuk 20 dan gue sempet nulis tentang itu semua di sini. Dan pada akhirnya... di sinilah gue. Menikmati satu minggu penuh hari-hari menyenangkan di usia gue yang ke dua puluh...

Chuncheon, 01 April 2014
Hari ini gue ada tiga kelas, full dari jam 9 pagi sampe jam 6 sore. Jeda waktu cuma 2 jam doang buat gue makan siang ama sholat zuhur. Melelahkan? Banget. Gue paling benci hari Selasa karena gue harus bangun pagi dan lari sana-sini karena gedung tempet kuliah gue ada di atas bukit. Means, gue harus naik tangga dulu buat ke Gedung Business tempet gue kuliah. Hari ini pelajarannya juga seputar perdagangan semua, jadi seharian ini isi kepala gue campur aduk seputar teorinya Adam Smith dan kawan-kawannya. Gue yang nggak punya basic ekonomi karena yang gue pelajari di HI UNDIP seputar dunia sosial dan politik, harus menguras energi lebih demi memahami dunia bisnis dan ekonomi, ditambah lagi gue harus bikin grafik perdagangan yang gue juga gak ngerti maksudnya apa. But well.. pada akhirnya semuanya terselesaikan meskipun hari ini gue ngantuk berat karena semalemnya gue tidur jam tiga pagi. Semalemnya, selesai video call ama nyokap gue, gue ama temen-temen sekamar gue makan bareng-bareng sekalian ngerayain ulang tahun gue tepat jam 12 malemnya. Kita delivery tteoppokki, ayam goreng, sup, omok (fish cake), dan cola dalam satu paket. Buanyaaak banget. Dan sebelum makan, temen-temen sekamar gue nyanyiin lagu "Saengil Chukka Hamnida" ke gue :))

Nah, paginya sampe sore harinya gue capek banget. Selesai makan ojingo deopbab (nasi dilengkapi dengan tumis gurita dan sayuran), gue langsung balik ke asrama. Mandi, terus tiduran sambil online. Saatnya gue bales ucapan selamat ulang tahun yang udah banyak banget masuk ke inbox, wall FB, twitter, Kakao Talk, dan Line gue. Gue ngerasa ulang tahun gue kali ini biasa-biasa aja. Sama biasanya kayak ulang tahun gue yang sebelum-sebelumnya, cuma yang ngebedain kali ini karena gue ulang tahunnya pas lagi di Korea. Jadi, gue udah terbiasa dengan hari yang harusnya istimewa ini hanya berlalu seperti hari-hari biasanya. 

Gue udah narik selimut, siap-siap mau merem sambil dengerin lagunya CN Blue - Can't Stop yang bikin gue melayang-layang seolah Yonghwa nyanyiin lagu itu buat gue, *plak*. Tiba-tiba Febi ngetok-ngetok pintu kamar gue terus minta ditemenin ke CU, minimarket yang ada di underground buat beli makanan karena dia laper. Gue sebenernya rada mager, tapi karena denger kata makanan bikin perut gue jadi bersinergi dengan udara malam yang dingin dan mengirimkan sinyal ke otak gue supaya ikutan beli ramyeon di CU. Akhirnya gue ganti baju, dan cuma pake sandal jepit doang ke mini market. Gue nggak ada kepikiran apa-apa sih, yang dipikiran gue langsung tertuju ke CU buat milih ramyeon seafood yang paling enak. Pas nyampe CU, gue langsung ngeloyor masuk ke dalem tanpa liat kanan-kiri. Tiba-tiba Mbak Candri muncul dan langsung narik gue keluar. Di situ rame banget. Dan mata gue kelilipan -_-. Gue nggak masih nggak nyadar apa-apa ternyata di lounge udah pada ngumpul kakak-kakak Chuncheon Family dan duduk rapi sambil ngelilingin kue ulang tahun warna pink. Ada Kak Adrian ama pacarnya Celina (cewek China), Kak Kelvin, Kak Fandy, Mbak Candri, Febi, Moke (cowok Jepang), dan Chul Hui (buddy gue). Gue masih pasang wajah bego. Apa-apaan ini? Terus mereka langsung nyanyiin selamat ulang tahun dan pada motret-motret gue (udah tau gue lagi kelilipan). Dan akhirnya, karena rada shock dapet kue ultah, akhirnya gue tiup juga lilinnya. Haha. Terus buddy gue langsung nyamber aja waktu gue ngambil permen bentuk boneka anjing di atas kue ulang tahunnya terus bilang, "Eh Icha, itu anjingnya kayak kamu ya.." (-___-) Siul emang ni buddy


Birthday cake dari kakak-kakak Chuncheon Family
umur gue uda 20 tahun ternyata

Gue nggak nyangka bakal ada surprise party beginian. Rame banget. Diliatin anak-anak korea lainnya juga yang lagi pada nonton, ngerjain tugas, plus yang lagi pacaran. Malu deh gue pake sandal jepit, tau begini kan sebelum ke minimarket tadi gue dandan dulu biar kece, haha. Kan kalo begini gue ketara banget kumelnya, uda pake sandal jepit, jilbab awut-awutan, pake cardigan yang belum gue cuci (-,-), muka kucel, untung tadi gue gak jadi pake treningnya nyokap gue. Mana kue ulang tahunnya dicolet-colet ke muka gue lagi. (T__T) Dan beginilah hasilnya :



Setelah puas colat-colet kue ulang tahun sana-sini, kita balik ke habitat masing-masing. Jam 11 malem. Temen-temen sekamar gue masih belum pulang. Dan gue langsung buka satu-satu isi surat yang tadi gue dapet sama coklat yang dikasih sama Moke. Isinya bikin gue ngakak. Haha. Nyebelin banget, kenapa semuanya pada bilang gue alay? Tapi gak apa-apa sih, sebagian ada juga yang ngedoain biar gue dapet gebetan cowok korea. Haha *ngarep*




Dan setelah cuci muka dan ganti baju, gue udah mau siap-siap tidur lagi untuk yang kedua kalinya. Eh, tiba-tiba ada Subin masuk. Dari baunya ketahuan dia abis minum. Sambil jalan rada sempoyongan dia nyamperin tempet tidur gue terus makein gelang ke tangan gue sambil bilang "Happy Birthday..!!" Gue kaget. Haha... dia ngasih gue susu juga. Terus dia bilang maaf ke gue karena pulangnya telat. Haha, lucu banget ni anak. Kemudian, muncul Hye Yeon juga. Gue udah mau pejem nih. Tiba-tiba mereka berdua nyalain petasan di dalem kamar sambil nyanyi Happy Birthday ke gue dan bawain gue kue ulang tahun, lagi!!
Gue udah mengalami shock untuk kesekian kalinya hari ini. Gak nyangka, bener-bener nggak nyangka gue dapet kue ulang tahun 2 sekaligus. Terakhir kali gue dapet kue ulang tahun pas gue umur tiga tahun. Dan di usia gue yang ke 20 ini gue dikasih 2 kue ulang tahun sekaligus. Ya Allah.. gue bersyukur atas hadiah yang luar biasa ini.




Gak lama kemudian, sebelum gue siap-siap tidur (untuk yang ketiga kalinya), buddy gue ngirim pesan kayak gini :

B : Eh, Icha. Ternyata lu aktif juga ya. Gue gak pernah liat lu kayak gini sebelumnya.
(bisa gue maklumi dia bilang begitu, soalnya pas di CU tadi gue hebring banget nyolek-nyolek kue ulang tahun ke semua orang.)
G : (-___-) Kan uda gue bilang, gue orangnya gak pendiem cuma males ngomong aja. Cuma orang-orang beruntung yang bisa tau gimana gue aslinya, haha
B : Haha.. iya bener. Gue beruntung banget. Gue gak pernah liet lu yang kayak tadi.
G : Yaudah, kalo gitu besok-besok gue berubah lagi kayak biasa.
B : Haha.. gak kok, sebenernya gue suka lu yang kayak gitu. Kayak bawang merah.
G : Kok kayak bawang merah? Perasaan tadi lu bilang gue kayak boneka anjing. (-__-)
B : Iya, kayak bawang merah soalnya berlapis-lapis. Banyak figure nya.
G : *langsung matiin HP* (mau tidur soalnya, haha)

Kurang asem emang ni buddy. Udah ngatain gue lemot, mirip boneka anjing, absent-minded, sekarang bilang gue kayak bawang merah. Maunya apa coba? Hah? Hah? Hah?
Tapi gue seneng, hari ini bener-bener luar biasa... ^_^


02 April 2014
Hari ini gue telat. Aaarghh... gue harus lari-lari lagi ke gedung Business dan harus naek "The Majesty Stairs" yang menyesakkan dada. Kelas gue ada di lantai empat. Aigoo... gue buru-buru masuk ke lift. Eh, ketemu ama Eugene, cowok Russia, ama buddynya Donghyun, cowok Korea yang gue jadiin skandal pura-puranya jadi cowok gue, hahaha. Gak tau malu banget gue, tapi si Donghyun gak tau kalo di belakang dia sering gue gosipin ama Mbak Candri dan Febi. Haha, maaf ya Mas Donghyun, siapa suruh situ cool #ups. Tapi itu cuma buat iseng-isengan doang sih, kalo hidup flat-flat aja kan gak asik. Apalagi tipe-tipe kayak gue yang selalu hebring sana-sini, hobinya bikin skandal di mana-mana. haha
Nah, kita bertiga ini satu kelas. Jadi kita bertiga langsung lari-lari masuk ke kelas. Oh iya, pas di lift tadi ada mbak-mbak yang mau keluar lift, eh taunya kejepit. Jadi kontan kita bertiga nahan ketawa gitu sampe lifnya nyampe lantai 4. Haha... apa banget dah. Pas lari ke kelas gue kan ada di belakangnya Mas Donghyun, ya Allooh.. larinya macho banget. Beda ama cowok-cowok korea lainnya yang terkesan imut, mas nya satu ini mukanya manly banget. Pas nyampe di kelas dia duduk di depan gue, terus tiba-tiba dia noleh ke gue dan bilang, "Semalem kamu ngerayain ulang tahunnya di underground?" Gue kaget. Terus gue bilang "iya". Ya ampuunn.. meskipun cuma ngomong begitu doang gue jadi kesengseem...*plak* Oke, untuk even ini kayaknya gak penting banget. Haha...

Malemnya, gue, Mbak Candri, Febi, Kak Adrian ama pacarnya, Kak Kelvin, Kak Fandy, dan Moke makan malem bareng di Restoran Dakgalbi. Dakgalbi itu makanan khasnya Chuncheon, jadi itu ada ayam yang udah dibumbuin dak kita bakar sendiri. Enaaaaakkk banget. Harusnya Chul Hui juga ikut, tapi karena dia harus latihan buat konsernya entar, jadinya dia gak bisa makan malem bareng kita. Yah, itu derita lu ya Chul Hui, haha. *jahat banget gue* #balasdendamceritanya. 





03 April 2014
Hari ini selesai kelas korea, jam sembilan malem, gue makan malem bareng anak-anak exchange lainnya. Kemaren itu harusnya Lais, cewek Brazil, ulang tahun. Tapi hari ini baru bisa dirayain. Jadi, ujan-ujanan gitu kita jalan bareng ke sebuah kafe yang judulnya "Chicken and Beer". Dari namanya juga uda jelas, pasti ni anak-anak bakal minum-minum. Yang ikutan ada gue, mbak Candri, Lais dan Gustavo (duo Brazilian), Jiri, Eliska, dan Krystina (trio Ceko), Juan dan Matias (duo Argentina), Seo Young (buddy-nya anak-anak Brazil), Chez (buddy-nya anak-anak Ceko), Rachel (buddnya Ulzii, masih ingat? Kalo uda lupa baca ini), dan satu lagi ada Mas Donghyuuunn... haha. Gue nggak nyangka dia dateng juga. Seperti biasa, gue uda mulai bikin-bikin skandal ama Mbak Candri, haha. Dan akhirnya malah ngegosip bareng ama Lais dan Jiri -_-. 
Kita makan ayam goreng sama minum beer (kecuali gue, gue disumbangin air putih bergelas-gelas ama mereka), dan setelah itu ada juga pertunjukkan dance Samba dari Gustavo. Haha, lucu. Harusnya tadi Gustavo narinya pas lagi ada kelas Korea, tapi karena gurunya lupa akhirnya kita maksa dia buat nari di depan cafe, di tengah-tengah jalan lagi -,-. Emang pada gokil-gokil nih bule.


04 April 2014
Harusnya hari ini kita mau ke Jade Garden, tempet syutingnya Love Rain, Full House 2, dan That Winter The Wind Blow. Tapi karena lagi-lagi hasrat untuk berbelanja mengalahkan segalanya, akhirnya kita malah nyasar ke Myeongdong. Biasa, beli baju-baju ama alat make-up. Haha... Berhubung beasiswa gue uda cair, jadinya gue pengen menuntaskan hasrat gue yang pengen beli ini-itu sejak bulan lalu. Dan voila...!! Gue beli macem-macem, baru kali ini gue ngerasa ngehedon banget. Tapi gak apa-apa lah, sekali-kali, kapan lagi gue ngehedon beginian kalo nggak di Korea. Kalo uda balik ke Indonesia kan gue bakal menjelma jadi rakyat jelata lagi, palingan mainnya ke warteg atau nggak burjo. Haha. Kalo di sini belanja mulu, makannya juga enak-enak, bolak balik Paris Baguette dan Baskin Robbins, yah begitulah.. harus dinikmati dan disyukuri apa yang ada.:D

Nah, malemnya, setelah puas belanja di Myeongdong, kita diundang makan malem ama Naveed, cowok Pakistan kenalannya Mbak Candri. Dia masakin kita makanan Pakistan namanya Bryani. Itu enaaaak banget, kalo penasaran cari aja di google, hehe. Rasa-rasanya kayak rasa masakan lebaran kalo di rumah, jadi bikin gue feel like at home. Selain itu dia juga udah nyiapin puding kesenangan gue ama Mbak Candri yang dulu sempet kita makan pas gathering Muslim in Chuncheon. Enaaak... dan gue kenyaaanng.... Haha. Tapi gue lupa nama pudingnya apa. Naveed lucu banget, dia juga baik, nyuruh kita bawa pulang puding yang masih tersisa. Tau banget apa yang kita mau. Katanya, sekalian buat ngerayain ulang tahun gue tanggal 1 April kemarin. Tapi lagi-lagi, Naveed jadi orang kedua atau entah orang yang keberapa kalinya bilang kalo gue lemot alias koneksinya lama -,-. Kenapa?? Kenapa?? Tapi emang sih, gue sering nggak ngeh, dan gue disamain kayak PC komputernya dia yang nggak tau uda berapa kali direservasi. Dasar. 


05 April 2014
Setelah dapet hadiah macem-macem tiap harinya dari temen-temen gue, giliran alam yang ngasih hadiah ke gue hari ini. Jadi, kita-kita yang terdiri dari gue, Mbak Candri, Febi, Gustavo, Lais, Jiri, Carlos, Chez, Ulzii, dan dua cewek korea temennya Jiri, pengen jalan-jalan ke Seoul. Hari ini ada Cherry Blossom Festival soalnya. Bete nya, kenapa di saat-saat genting kayak gini alarm HP gue selalu ngajak berantem. Kita janjian jam 8 pagi kumpul di depan Seven-eleven, dan alarm gue gak bunyi! Gue baru bangun waktu Febi masuk ke kamar gue dan dia udah rapi jali. Dan pada akhirnya gue langsung buru-buru sikat gigi (gak pake mandi) dan pake baju seadanya. Sebel banget gue nggak sempet dandan biar kelihatan lebih kece haha, soalnya kan bakal banyak foto-foto pas Cherry Blossom Festival. 



Nah, di sini gue nggak bisa cerita banyak. Karena sumpah, demi apa, ini pemandangannya bagusss bangetttttt... Gue cuma bisa menyuguhkan beberapa foto gue biar kalian bisa mendeskripsikan sendiri gimana rasanya waktu liat bunga sakura bermekaran di mana. Apalagi pas angin lagi bertiup kenceng dan bikin kelopak-kelopaknya berguguran. Ya Allah.. indah banget. PERFECT. Gue sampe lari-lari sambil teriak-teriak saking udiknya. Dan di sini ada juga video yang gue ambil dari akunnya temen gue, Gustavo. Hujan Sakuraaaa.... ><




Nah, jadi beginilah kerjaan gue selama satu minggu ini. Bener-bener nggak terduga dan yah.. gue nggak tau harus bilang apa karena hari-hari ini terlalu menyenangkan buat gue :))
Awal April yang terlalu indah, thanks God. :)





Apr 6, 2014 | By: Rainyday

Part-Time di Ansan

Kerja part time...???
Awalnya gue gak kepikiran mau cari kerja di negeri Kimchi ini. Selain karena bahasa Korea gue yang belum lancar, gue juga uda dapet beasiswa yang terlalu cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup gue di sini. Aseeekk... *nyombong nih ceritanya* haha. 

Tapi... suatu hari gue berubah pikiran. Ini kesempatan emas gue buat save money!!
Waktu gue kelas 3 SMA dulu, gue pernah nulisin sesuatu di secarik kertas dan gue tempelin di atas meja gue untuk penyemangat. Cuma 4 kata kok, "Travelling Arround the World". Gue pengen keliling dunia. Tiap gue liat tulisan itu di atas meja gue, selalu bikin gue nge-fly, menghayal kemana-mana seolah-olah gue uda pernah keliling dunia, lagi snorkling di Australia, snowboarding di Finlandia, shopping di Paris, maen ke istana-istana di Inggris, jalan-jalan sore di Jerman, duduk di bawah pohon sakura di Jepang, nonton konser K-POP di Korea, liet pemandangan di Swiss... padahal nyatanya gue lagi duduk manis di kelas sambil ngeliatin guru MTK gue ngejelasin x, y, dan z serta rumus-rumus yang memusingkan kepala lainnya. Jadinya, beginilah gue pada akhirnya. Karena terlalu banyak berkhayal dan nggak ngerti matematika, gue memilih untuk pindah haluan dan masuk ke jurusan IPS setelah lulus SMA. Haha...

Mar 23, 2014 | By: Rainyday

I'm Falling in Love

Gue jatuh cinta nih...
Haha..
Boleh nggak sih?



Mmm...
Gue jatuh cinta. Serius. Gue lagi jatuh cinta sekarang.
Gimana rasanya jatuh cinta udah lama banget gak gue rasain #eaaa... #kode

Dan gue sekarang lagi bahagia-bahagianya merasakan jatuh cinta itu kembali. *puppyeyes*
Gue pengen nyatain perasaan gue sekarang kalo gue lagi jatuh cinta. 
Boleh kan?

Well...

Ehm...

Engg...

Gue mau bilang kalo gue jatuh cinta sama....


Bukan orang sih.

Bukan benda juga, hehe.

Tapi gue jatuh cinta ama negara ini. Korea Selatan!! Yap, gue jatuh cinta banget ama ni negara.

Bentar-bentar...
Jangan ngeliatin gue gitu dulu dong. Gue nggak maksud buat melupakan Indonesia kok, 
Gue masih cinta ama Indonesia, tenang guys, hehe. Gue masih inget tempat kelahiran gue kok. Tapi, ntah kenapa, menjelang musim semi ini hati gue malah ikut berbunga-bunga juga. Dan justru, kesempatan ini dipake ama negara Kimchi ini buat ngerebut hati gue. (eaaa....)

Gue udah bilang ke nyokap ama bokap gue malah. 
Gue bilang kalo gue betah pake banget di sini. Malah gue gak mau balik. haha... #plak
Mar 17, 2014 | By: Rainyday

The Awesome First Week

Sorry...
Maaf banget gue baru bisa ngepost minggu ini. Minggu kemaren gue sibuk banget soalnya. Haha... maklumlah, minggu pertama kuliah di sini. Padahal biasanya kalo minggu pertama justru belum sibuk-sibuk banget yak? O_O


Oke, langsung gue rangkum aja kegiatan full gue satu minggu ini berhubung kayaknya uda banyak yang bertanya-tanya gimana hidup gue di minggu kedua transit gue ini *halah* (ngece banget sih lu Cha -,-)